Popular Posts

Rabu, 22 Januari 2014

Filled Under:

SEJARAH SINGKAT PERJUANGAN UMAT ISLAM MENENTANG KOLONIAL UNTUK MEMPERTAHANKAN AQIDAH DI SAPARUA



Sejarah merupakan catatan peristiwa penting masa silam yang harus diinformasikan kepada masyarakat secara akurat. Penulis sebagai orang yang berasal dari Saparua akan mengungkapkan secara singkat “Sejarah perjuangan umat Islam Saparua” yang oleh mayoritas bangsa ini belum mengetahuinya karena belum / tidak ada buku-buku sejarah yang secara khusus memuat sejarah perjuangan umat Islam Saparua, toh kalau ada masih simpang siur, terutama terhadap tokoh yang mendapat gelar Pattimura. Ini disebabkan yang pertamakali menulis sejarah Pattimura adalah mereka yang pada zaman penjajahan sangat dekat dengan Belanda sehingga data-data yang mereka peroleh pada umumnya bersumber dari Belanda. Sedangkan umat Islam, disamping Sumber Daya Manusia (SDM) nya sangat rendah, juga sangat takut untuk menceriterakan para pemimpin/ panglima perang dalam menentang Belanda ditahun 1817 kepada orang yang didak ada hubungan darah dengannya.

Perlu diketahui, disaat posisi para penjuang mulai terdesak kemudian banyak yang ditangkap dan dibunuh, maka umat Islam Saparua, Haruku, Seram dan Ambon mengadakan sumpah untuk tidak menceriterakan asal usul para pejuang perang di tahun 1817 kepada siapapun yang dicurigai bekerja sama dengan Belanda karena bisa jadi anak cucunya menjadi korban penyiksaan bahkan pembunuhan yang dilakukan oleh Belanda dan kakitangannya.  Akibatnya sejarah perjuangan umat Islam tertutup rapat kecuali dikalangan Umat Islam sendiri yang memperolehnya dari ceritera leluhur mereka secara turun temurung dengan syarat tidak menceriterakan kepada orang lain karena takut pada sumpah yang pernah diucapkan oleh leluhur mereka. Sumpa tersebut sampai sekarang masih dipercaya dan dipegang oleh sebagian umat Islam di beberapa tempat, mereka belum berani menceritakan perjuangan leluhur mereka kepada orang  lain  kecuali  kepada  mereka yang diyakini ada hubungan darah dengannya dan dapat dipercaya. Akibatnya disaat pemerintah Indonesia minta masyarakat Maluku mengajukan nama seorang tokoh pejuang untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional maka tokoh-tokoh Maluku yang beragama Nasrani dipusat maupun di daerah dengan SDM yang tinggi yang mereka miliki, sepakat untuk mengajukan nama Thomas Matulessy dan Kristina  Martatiahahu  sebagai  tokoh  dan  pejuang  di tahun 1817 untuk menghilangkan kesan anak emasnya Belanda. Nama kedua tokoh tersebut diambil dari buku “Sejarah Perjuangan Pattimura” tulisan seorang tokoh PKI yang bernama Matius Sapija sekitar tahun 1950-an yang sumber datanya berasal dari Belanda dan hasil imajinasinya belaka.

Sudah menjadi satu kepercayaan kuat di kalangan masyarakat kita, setiap yang datang dari luar, dianggap paling baik dan benar, termasuk data sejarah yang datang dari Belanda, dianggap otentik, paling benar dan panging akurat dari pada ceritera yang berasal dari leluhur kita sendiri. Padahal boleh jadi sejarah perjuangan leluhur kita yang mereka (Belanda dan Portugis) bawa itu, disana dirubah (dikurang  dan  ditamba)  sehingga tidak  sesuai  lagi dengan asliannya. Atau orang yang pertama mengambil data sejarah kita itu kemudian dirubah sesuai keinginanannya. Bisa saja terjadi seperti itu.

Penulis yang berasal dari Saparua sudah tidak takut terhadap sumpah para leluhur, akan memaparkan secara singkat kehadapan para pembaca tentang sejarah perjuangan Umat Islam Saparua dalam menentang Kolonial untuk mempertahankan ke-Islam-an mereka, datanya berasal dari ceritera leluhur yang urutannya sebagai berikut :

a.       Asal nama Saparua,

b.      Sebab disebut Saparua,

c.       Pengaruh Islam,

d.      Perlawanan terhadap Portugis,

e.       Perlawanan terhadap Belanda,

f.        Sebab-sebab perang di tahun 1817,

g.      Manipulasi Sejarah

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 GURU AGAMA ISLAM .